PERBANDINGAN PAJERO VS FORTUNER

Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport, memang musuh bebuyutan di segmen Sport Utility Vehicle (SUV). Fortuner selalu berhasil menjadi yang terlaris selama ini. Menurut data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), sepanjang Januari-September 2017 Fortuner terjual 18.351 unit sementara Pajero Sport mengikuti di belakangnya 15.235 unit. Tak terpaut begitu banyak. Tapi tetap saja Pajero Sport tak mampu mengalahkan pesaingnya itu.

Padahal kalau dilihat dari spesifikasi keduanya, Mitsubishi menyiapkan generasi terbaru Pajero Sport ini, dengan sejumlah keunggulan yang tak dimiliki Fortuner. Tidak main-main, fitur-fitur yang dimilikinya pun terbilang canggih untuk ukuran Pajero Sport. Berikut kami jabarkan sejumlah kekurangan yang tak dimiliki Fortuner namun ada di Pajero Sport.

Washer Head Lamp

Pajero sport laris di IIMS 2017

Fitur ini mungkin tak banyak yang tahu. Jarang digunakan pula. Namun washer headlamp adalah sentuhan detail menarik yang ditawarkan Mitsubishi untuk konsumen Pajero Sport. Sangat berfungsi pada SUV yang diperuntukkan menjelajah medan berlumpur. Jadi semburan air kencang, membersihkan kembali lampu utama sehingga lampu dapat berfungsi optimal menerangi jalan.

Bagaimana cara menggunakan washer headlamp Pajero Sport? Caranya cukup sederhana. Nyalakan lampu utama dan tekan tombol washer headlamp di ujung tuas sebelah kanan setir.

Transmisi Otomatis 8-speed

tuas transmisi

Transmisi otomatis yang digunakan Fortuner hanya 6 tingkat percepatan. Pajero Sport tipe Dakar dibekali transmisi otomatis 8 tingkat percepatan. Pajero Sport unggul 2 tingkat percepatan dibanding Fortuner. Ini bukan lantas berarti Pajero Sport lebih kencang dari Fortuner. Namun artinya putaran mesin dapat diatur lebih optimal untuk mencapai angka konsumsi bahan bakar yang baik atau performa terbaik di berbagai rentang kecepatan. Untungnya Fortuner sama seperti Pajero Sport, sudah dibekali paddle-shift di lingkar kemudi.

Sunroof

Perlu ada tidaknya sunroof memang menjadi perdebatan tersendiri di kalangan konsumen Pajero Sport. Masalahnya Pajero Sport Dakar Ultimate rakitan Indonesia, justru mencopot peranti ini dan menggantinya dengan layar hiburan di atap. Alasan Mitsubishi ketika itu, survey mengatakan konsumen Indonesia lebih butuh monitor atap ketimbang sunroof. Menariknya, Toyota sudah tau ini sejak awal dan tak memasang sunroof namun membekali konsumen Fortuner dengan monitor atap. Untungnya Pajero Sport Dakar yang diimpor dari Thailand tetap memiliki sunroof. Jadi sebetulnya ada pilihan untuk konsumen Pajero Sport. Kalau lebih suka sunroof maka beli yang versi CBU (Completely Built-Up).

Forward Collision Mitigation System

Tapi ini dilemanya. Pajero Sport rakitan lokal mendapat tambahan fitur keselamatan lebih ketimbang buatan Thailand. Mobil yang diluncurkan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 ini dilengkapi dengan Forward Collision Mitigation (FCM) System. Sistem ini menggunakan sensor di bagian depan yang secara aktif membaca jarak dengan kendaraan di depan. Kalau mobil melaju terlalu dekat dengan kendaraan atau objek di depannya, maka sensor ini mengirim sinyal ke modul yang memberi peringatan kepada pengemudinya lewat bunyi dan tanda di MID (Multi Information Display). Jika tak ada pengereman, maka mobil mengambil alih peran pedal gas dan rem untuk memberikan perintah pengereman pada roda.

Selain FCM, Pajero Sport Dakar Ultimate juga dilengkapi fitur keselamatan Blind Spot Warning, Ultrasonic Mis-Acceleration Mitigation System (UMS), dan 7 SRS airbag. Fitur-fitur ini tak dimiliki Fortuner.

Electric Parking Brake

Transmisi Pajero Sport Halus

Satu lagi sentuhan modern yang diberikan Mitsubishi untuk konsumen Pajero Sport. Electric parking brake memudahkan pengemudinya saat mengaktifkan rem tangan. Switch kecil yang fungsional ini sekaligus menambah rapih interior Pajero Sport. Berbeda dengan Fortuner yang masih mempertahankan operasional rem parkir dengan cara menarik tuas rem tangan konvensional. (RS/Odi)

Leave a Comment